Desakan TGPF Menguat, Presiden Didorong Turun Tangan

⏰ 08:15 WIB ✍️ Redaksi Sorot Edukasi πŸ“ Garut, Jawa Barat

Desakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus teror air keras terhadap aktivis HAM semakin menguat. Sejumlah pihak menilai, penyelidikan internal militer berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Kasus yang menyeret dugaan keterlibatan anggota BAIS TNI ini sebelumnya telah menjadi sorotan dalam laporan investigatif di https://sorotperkara.co.id/ yang mengungkap adanya indikasi aktor di balik layar.

Dorongan dari KontraS dan Advokasi

KontraS bersama Tim Advokasi Untuk Demokrasi secara tegas meminta Presiden turun tangan langsung. Mereka menilai, kasus ini tidak bisa hanya ditangani secara internal.

TGPF dianggap sebagai solusi untuk memastikan transparansi dan independensi penyelidikan.

Analisis: Taruhan Politik dan Kepercayaan Publik

Pembentukan TGPF bukan sekadar langkah teknis, tetapi juga sinyal politik. Ini menunjukkan sejauh mana negara serius dalam menegakkan keadilan.

Jika pemerintah lambat merespons, maka persepsi publik terhadap komitmen penegakan HAM bisa menurun.

Desakan ini juga sejalan dengan tekanan DPR yang sebelumnya meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan objektif.

Dampak

Kasus ini berpotensi menjadi ujian besar bagi pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik. Penanganan yang tidak transparan bisa memperluas ketidakpercayaan masyarakat.

Penutup

prajurit tni tersangka teror air keras
Kasus teror air keras kini menyeret anggota BAIS TNI

Kini sorotan mengarah ke Presiden: apakah akan membentuk TGPF, atau membiarkan kasus ini berjalan dalam sistem yang dipertanyakan?

Profil Penulis

Andini Pratiwi

Andini Pratiwi

Tim Redaksi Sorot Edukasi adalah media independen yang fokus pada edukasi digital, keamanan siber, dan investigasi sosial.