Jejak Sejarah SDN Sukarela 1 & 2 Bandung, Dari Sekolah Rakyat hingga Sengketa Lahan yang Belum Tuntas

⏰ 08:15 WIB ✍️ Reporter: Andini Pratiwi

Sekolah Tua di Pangaritan Utara Simpan Sejarah Panjang

Sejarah pendidikan dasar di Bandung Timur tidak bisa dilepaskan dari kawasan Pangaritan Utara. Di wilayah inilah cikal bakal sekolah rakyat berdiri dan menjadi fondasi pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Seiring waktu, sekolah tersebut berkembang dan kini dikenal sebagai SDN 105 Sukarela.

Namun, perjalanan panjang ini tidak selalu mulus. Selain perkembangan, muncul pula dinamika yang masih menyisakan tanda tanya hingga hari ini.


Ringkasan Cepat

  • Pangaritan Utara jadi lokasi awal berdirinya Sekolah Rakyat
  • Berubah menjadi SDN 105 Sukarela dan berkembang jadi dua unit sekolah
  • Sengketa lahan jadi catatan penting dalam sejarahnya

Awal Mula: Dari Sekolah Rakyat ke Sekolah Negeri

Pada masa awal kemerdekaan, masyarakat mengenal sekolah ini sebagai Sekolah Rakyat (SR). Saat itu, pemerintah mendorong pendidikan dasar agar menjangkau masyarakat luas.

Kemudian, sistem pendidikan nasional mengalami perubahan. Pemerintah mengubah SR menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN). Dari sinilah lahir identitas baru:

πŸ‘‰ SDN 105 Sukarela

Sekolah ini berlokasi di wilayah Cipadung Kulon, yang hingga kini tetap menjadi pusat aktivitas pendidikan warga.


Perkembangan: Lahirnya SDN Sukarela 1 & 2

sdn 105 sukarela bandung di kawasan cipadung kulon pangaritan utara sebagai sekolah dasar negeri bersejarah
SDN 105 Sukarela di Cipadung Kulon menjadi bagian penting sejarah pendidikan di kawasan Pangaritan Utara Bandung.

Seiring bertambahnya jumlah siswa, kebutuhan ruang belajar ikut meningkat. Oleh karena itu, pengelola pendidikan mengambil langkah strategis.

Mereka membagi sekolah menjadi dua unit:

  • SDN Sukarela 1
  • SDN Sukarela 2

Langkah ini bertujuan agar proses belajar tetap optimal. Selain itu, pembagian ini juga membantu pemerataan akses pendidikan di kawasan Bandung Timur. Ada yang Janggal… Di balik perkembangan tersebut, muncul persoalan yang belum sepenuhnya selesai. Perpindahan lokasi sekolah terjadi. Selain itu, isu sengketa lahan mulai mencuat.

Sampai sekarang, belum ada penjelasan terbuka yang benar-benar menuntaskan persoalan tersebut. Ini yang menjadi catatan penting dalam sejarah SDN Sukarela.


Analisis Redaksi

Kasus seperti ini bukan hal baru. Banyak sekolah lama menghadapi persoalan serupa, terutama terkait aset dan lahan.

Namun, ada hal yang menarik:

πŸ‘‰ Aktivitas pendidikan tetap berjalan
πŸ‘‰ Siswa tetap belajar seperti biasa

Artinya, fungsi utama sekolah tetap terjaga, meskipun ada dinamika di balik layar.


Kutipan Imajiner Warga

β€œYang penting anak-anak tetap bisa sekolah. Tapi memang, soal lahannya sering jadi pembicaraan warga,” β€” warga sekitar Pangaritan Utara.


Kondisi Saat Ini

Saat ini, SDN 105 Sukarela tetap aktif sebagai sekolah negeri di Bandung Timur.

Karakteristiknya:

  • Jam operasional mulai pukul 07.00 WIB
  • Status sekolah negeri
  • Berada di kawasan permukiman strategis

Selain itu, sekolah ini masih menjadi pilihan utama masyarakat sekitar.


Institusi Terkait

  • Dinas Pendidikan Kota Bandung
  • Pemerintah Kota Bandung
  • Pengelola SDN Sukarela

Solusi & Catatan Kritis

  • Perlu kejelasan status lahan secara terbuka
  • Pemerintah harus menjaga keberlangsungan pendidikan
  • Transparansi penting untuk menghindari konflik berulang

Dengan langkah ini, sejarah panjang sekolah tidak tercoreng oleh masalah administratif.


Kesimpulan

SDN Sukarela 1 & 2 bukan sekadar sekolah. Lebih dari itu, ia menjadi saksi perjalanan pendidikan di Bandung Timur.

Dari Sekolah Rakyat hingga menjadi sekolah negeri modern, semuanya menunjukkan satu hal:

πŸ‘‰ Pendidikan tetap berjalan, meski tantangan terus datang

logo resmi Sorot Edukasi sebagai profil penulis media informasi publik Indonesia
Andini Pratiwi

Penulis dan jurnalis lapangan di Sorot Edukasi yang berfokus pada lalu lintas, dinamika wilayah, dan informasi publik. Mengedepankan laporan faktual, observasi langsung, serta penyajian edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.